Perhatikan Tanda Tanda Bisnismu Akan Mengalami Kerugian

Ketika bekerja sebagai karyawan, Anda cenderung melihat bahwa perusahaan tempat Anda bekerja sedang mengalami kerugian. Namun, bagi seorang pemilik bisnis, hal tersebut terkadang cukup susah untuk diakui. Mungkin karena terlalu sayang dengan bisnis yang dibangun, mereka jadi terlalu fokus dalam menyusun strategi pengembangan bisnis sehingga tidak mengacuhkan tanda-tanda kerugian yang muncul.

Apakah Anda termasuk salah satunya? Saat ini, Anda mungkin belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. Untuk itu, luangkan waktu untuk mencari tahu lebih lanjut tentang tanda-tanda bisnis mengalami kerugian berikut ini.

1.  Sering Meragukan Bisnis Anda Sendiri

Dalam setiap proses membangun bisnis, pasti akan selalu ada keraguan yang muncul dalam benak pemiliknya. Kemungkinan besar Anda pun pernah mengalaminya. Namun, Anda perlu waspada apabila hal tersebut terjadi secara sering, apalagi jika Anda juga merasa dongkol atau tidak mantap dalam menjalankan bisnis yang sedang dijalani. Mungkin saat ini Anda harus mengalihkan fokus. Biasanya, perasaan tidak mantap tersebut dibarengi dengan pikiran seperti, “Saya tidak bisa melakukan ini lagi”, atau “Bisnis ini terlalu banyak menyita kehidupan saya”.

2. Banyak Karyawan yang Mengundurkan Diri

Apakah dalam beberapa waktu belakangan ini, Anda harus berulang kali membuka lowongan pekerjaan baru karena banyak karyawan yang mengundurkan diri? Kondisi ini disebut dengan istilah turnover. Apabila tingkat turnover karyawan di perusahaan Anda bertambah drastis, waspadalah karena hal ini bisa menjadi salah satu pertanda bisnis Anda mulai merugi. Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa turnover karyawan meningkat drastis, yaitu Anda tidak memberikan kenaikan gaji yang sesuai, kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan, atau tidak memberi feedback positif pada mereka.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini adalah dengan melakukan rapat internal rutin untuk mendengarkan masukan dari setiap karyawan, mengadakan acara di luar kantor untuk mempererat hubungan satu sama lain, atau meninjau gaji dan tunjangan karyawan setiap tahun.

3. Aktivitas Arus Kas Mengalami Kesulitan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa cash flow atau arus kas merupakan salah satu indikator kesehatan finansial suatu bisnis. Laporan laba-rugi mungkin menunjukkan bahwa bisnis Anda baik-baik saja. Namun, jika Anda kesulitan membayar tagihan tepat waktu atau memiliki terlalu banyak inventaris yang tidak terpakai, artinya Anda sedang berhadapan dengan arus kas yang kurang stabil. Coba atasi dengan menawarkan diskon bagi pelanggan yang membayar secara tunai. Selain itu, belilah inventaris hanya dalam jumlah yang dibutuhkan agar tidak terjadi penumpukan inventaris.

4. Sudah tidak berkomunikasi dengan Pelanggan Lebih dari Sebulan

Dalam sebulan, berapa kali Anda biasanya berkomunikasi dengan pelanggan? Tidak hanya untuk mendapat feedback dan menjaga loyalitas pelanggan, berkomunikasi dengan pelanggan juga mampu meningkatkan eksistensi bisnis Anda. Jika Anda cenderung cuek dengan pelanggan, apalagi sampai tidak melakukan komunikasi apa pun selama lebih dari sebulan, bisnis Anda bisa berisiko dilupakan oleh pelanggan sehingga orang-orang lain akan berpikir bahwa bisnis Anda sudah tidak ada lagi. Bekerja samalah dengan blogger atau influencer agar mereka mau me-review bisnis Anda. Dengan followers yang banyak di media sosial, setidaknya pasti ada satu atau dua orang yang tertarik dengan bisnis Anda setelah membaca review dari keduanya.

5. Tidak Tahu Uangnya Lari ke Mana Saja

Kebanyakan orang yang akan atau sudah bangkrut selalu merasa kekurangan uang, karena mereka tidak tahu ke mana larinya uang yang sudah mereka dapatkan. Pasalnya, mereka juga tidak punya rincian pengeluaran bulanan, apalagi rincian mengenai pengeluaran kecil lainnya. Anda bisa menghindari hal ini dengan membuat rencana pengeluaran bulanan dan jangan keluar jalur dan belanja yang tidak-tidak.

6. Mengandalkan Orang Lain untuk Masalah Keuangannya

Kebanyakan dari kita pasti pernah tahu seseorang yang selalu meminta bantuan kepada orang tua, keluarga atau temannya jika terlibat masalah keuangan. Masalah yang mereka dapat dilakukan oleh sendiri tetapi berharap bisa diselesaikan oleh bantuan orang lain.

7. Angka Penjualan Anjlok

Banyak faktor yang menyebabkan angka penjualan anjlok. Bisa jadi karena harga produkmu terlampau mahal, atau kamu gak menerapkan mekanisme pemasaran yang sesuai sasaran. Kalau udah begini salah siapa? Salah kepala pemasarannya atau salah tenaga penjualnya nih? Berhentilah menyalahkan pihak manapun dalam masalah ini. Lebih baik, introspeksi diri saja.  Mau gimana pun juga, walau idenya berasal dari tim marketing atau sales, tapi kamu juga kan yang menyetujuinya sebagai pemilik usaha.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *