Ternyata Terlalu Banyak Memberikan Lembur Bisa Merugikan Perusahaan Loh.

Kerja lembur merupakan kelaziman di setiap perusahaan yang ingin menggenjot target bisnis dalam waktu tertentu, seperti misalnya mengejar laba usaha, memenuhi permintaan pasar, atau menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Karenanya, kerja lembur ada karena kebutuhan perusahaan untuk mendongkrak produktivitas.

Bagi perusahaan, memberi kerja lembur pada karyawan–dan mengupahnya–lebih menguntungkan dan lebih efisien ketimbang merekrut pekerja baru yang membutuhkan banyak biaya dan waktu. Bagi karyawan, kerja lembur juga mendatangkan pemasukan tambahan di luar gaji bulanan.

Maka dari itu, aturan lembur karyawan ditetapkan oleh pemerintah untuk kebaikan kedua pihak: memberi kesempatan perusahaan untuk mempekerjakan karyawan di luar jam kerja demi efisiensi biaya perusahaan, tetapi juga sekaligus melindungi hak-hak karyawan. 

Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari untuk 6 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau 8 jam sehari untuk 8 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.

Meski demikian, faktanya kerja lembur tidak selalu menguntungkan perusahaan. Bahkan, dalam beberapa kasus, lembur tidak sebanding dengan peningkatan produktivitas karyawan. Sebaliknya, terjadi pemborosan anggaran perusahaan karena perusahaan terus memberikan upah lembur untuk karyawan.

Bagi Anda yang bekerja di Divisi HR, berikut empat alasan karyawan lembur yang perlu dicermati karena dapat merugikan perusahaan:

  • Sengaja Datang Terlambat (Waktu Mepet)

Karyawan yang memiliki kebiasaan datang terlambat dan mengganti jam kerja yang hilang dengan kerja lembur seusai jam kantor juga tak perlu diberi upah lembur. Karena, karyawan semacam itu tidak mengerjakan pekerjaan tambahan, melainkan hanya menyelesaikan pekerjaan (jam kerja) hariannya.

Jika kamu mengijinkan mereka lembur dan mengupahnya, jelas hal ini akan merugikan kantor karena produktivitas kerja sebenarnya tetap (atau malah menurun). Lebih baik, Kamu memanggilnya dan memberi peringatan agar lebih disiplin mematuhi jam kerja kantor.

  • Lembur Mencari Uang Tambahan

Ini merupakan alasan salah yang paling banyak dilakukan oleh karyawan. Kamu mesti mencermati karyawan yang selalu minta lembur, apakah memang benar-benar bekerja dengan hasil yang memuaskan, atau hanya sekadar mencari uang tambahan di luar gaji.

Anda tentunya punya parameter sendiri untuk mengukur dan mengevaluasi apakah karyawan yang terlihat “gila kerja” itu benar-benar kerja lembur atau kerja bodong–menghabiskan jam untuk pura-pura kerja–demi mendapatkan upah lembur. Karena kerja lembur tanpa hasil yang dipertahankan justru akan membebani keuangan perusahaan.

  • Melanjutkan Tugas Harian yang Belum Selesai

Nah alasan ini memang yang bisa di maklumi, biasanya di karenakan Pekerjaan yang terlalu banyak dan dikerjakan tidak dengan bantuan sistem yang memadai  :

Sampai saat ini masih banyak Perusahaan yang melakukan aktifitas Bisnis menggunakan metode tradisional atau dengan cara manual. salah satu contohnya adalah pencatatan transaksi dan keuangan Perusahaan

karena tugas yang terlalu banyak dan dikerjakan secara manual (menggunakan Ms Excel) membutuhkan ketelitian tinggi serta ke akuratan data biasanya akan memakan waktu lebih banyak sehingga karyawan tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu. Pekerjaan tersebut berlarut-larut dan semakin banyak. Hal ini tentu akan membuat beban pada perusahaan untuk membayarkan upah lembur. 

Jangan Cuman Gara Sering Lembur Malem, Malah ada Mahluk Tak Kasat Mata yang Nemenin. Gak Mau Kan?

Bagi pemilik usaha terkadang masih mengabaikan dalam memanfaatkan data akuntansi. Banyak dari mereka yang enggan untuk membuat sebuah laporan akuntansi. Terlebih mereka menganggap bahwa akuntansi adalah hal yang ribet dan tidak mengerti sama sekali.

Apabila kamu merasa belum mampu membuat sebuah laporan keuangan yang baik dan benar, tak perlu takut. Karena kini ada aplikasi pembukuan dengan harga terjangkau namun fitur yang lengkap bagi usaha kamu, aplikasi pembukuan ini adalah Accurate Online.

Dengan berbagai fitur yang ada di Accurate Online, kamu bisa memanfaatkan fitur pencatatan penjualan dan pembelian. Sehingga kamu bisa dengan mudah menganalisa usaha Anda. Seberapa banyak uang masuk dan keluar. Accurate Online ini pun bisa membantu Anda dalam membuat pembukuan yang rapih dan akurat. Meskipun kamu tidak memiliki kemampuan akuntansi yang mumpuni. Tetapi dengan Accurate Online hal tersebut bisa diatasi dengan mudah.